Image

Doodle 23022016

IMG_20160223_174435

Advertisements

Kelelahan dan Kebenaran

path3948-1

Saat pendongeng sedih, maka ia akan berkicau dengan merdunya bak kutilang pagi yang membangunkan jagat dari tidurnya.

Saat pemakan sedih, terus meneruslah ia makan tanpa ingin berhenti dan mungkin takkan berhenti jika lelah dan kenyang tiada di muka bumi.

Lalu apa yang aku lakukan ketika sedih? Pikiranku berjalan-jalan dan terus berjalan mengusungkan kata demi kata, menuntut untuk dirangkai. Apalah dayaku akan pikiran ini? Sepotong halaman bersih dan segurat tinta membantuku melihat apa-apa saja yang telah pikiran usungkan.

Kadang ia berjalan tak keruan, hilir mudik, bergerak cepat.

Lelah, lelah aku menyimaknya.

Lambat, lambat jari ini terjemahkan. Serbuan kata-kata itu datang lalu seketika hilang.

Tubuhku sadar kalau pikiran ini kalut, tubuhku juga sadar kalau hati ini bimbang. Semuanya terbentuk atas dasar nurani hewan purba dan logika manusia yang datang dari pengalaman. Bercekaulah! Berantamlah! Tak lagi aku menjagokan salah satunya. Tubuh ini meyaksikan segala bentuk argumen dan keinginan beradu silih berganti. Saat nurani hewan menyatakan semua pembenaran datanglah sang logika mengatakan kebenaran, ya, ke-be-na-ran.

Ya ya kebenaran? Inginkah aku? Inginkah aku benar? Tidak tidak, aku tidak ingin kebenaran karena apa yang kuinginkan adalah isi dari nurani.

~~~jemari lelah, jemari menyerah. Tak lagi dapat ia untaikan apa yang berseteru dalam pikiran. Biar biarlah mereka bercekau dan berantam.

Jemari diam, menunggu, menunggu untaian kata pantas kembali tersusun.